Jumat, 08 April 2011

anemia

Agar manusia memiliki kemampuan kerja fisik yang baik, maka tentunya harus didukung oleh tingkat keadaan gizi yang baik pula. Tingkat keadaan gizi yang baik akan mendukung hasil kerja yang efisien dan optimal. Sebaliknya, jika keadaan gizi kurang baik maka akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi serta produktivitas kerja yang rendah. Dengan kata lain, keadaan kurang gizi baik pada anak-anak maupun dewasa dapat menyebabkan sering terserang penyakit. Salah satu penyebab kurang gizi adalah rendahnya kandungan protein dalam sel darah/anemia.
Anemia merupakan salah satu keadaan kurang gizi dengan keadaan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari keadaan normal. Orang yang mempunyai Hb yang rendah, secara fisik belum menunjukkan gejala anemia dan masih terlihat berada dalam keadaan yang relative sehat. Namun makin rendah Hb, menunjukkan makin berat keaadaan anemia yang diderita dan makin rendah pula kemampuan kerja fisiknya.
Jika Anda menderita anemia, maka saat berdiri setelah jogkok atau duduk akan terasa pusing dan pengelihatan berkunang-kunang, badan sering terasa lesu dan fisik lemah, lekas lelah jika bekerja, tidak mampu bekerja keras, sering mengantuk walaupun bukan waktunya tidur, kelopak mata dan kulit muka tampak pucat, bila bekerja susah berkonsentrasi.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menderita anemia, yaitu :
1.      Kekurangan darah akibat pendarahan, misalnya kecelakaan atau mengeluarkan darah terlalu banyak saat melahirkan.
2.      Terjadi perusakan sel darah merah di dalam tubuh.
3.      Produksi sel darah merah dalam tubuh yang tidak mencukupi kebutuhan.
4.      Kekurangan bahan-bahan pembentuk sel darah merah salah satunya adalah zat besi.
5.      Kegagalan fungsi sumsum tulang .
Anemia dapat terjadi karena sumsum tulang yang berfungsi untuk mengganti sel darah merah tua menjadi yang baru mengalami gangguan. Persediaan zat gizi dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Bila persediaan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh tidak sesuai/makanan tidak mengandung gizi yang cukup, maka akan terjadi gangguan dalam pembuatan sel darah merah yang baru, sehingga dapat menyebabkan anemia dan lesu bekerja. Anemia yang diderita akibat kekurangan gizi biasa disebut dengan anemia gizi.
Umumnya, anemia gizi dapat terjadi karena seseorang kekurangan zat besi yang berguna dalam pembentukan sel darah merah. Salah satu unsure penting dalam darah adalah Hb, dan inti Hb itu adalah zat besi, sehingga jika kebutuhan zat besi kurang tercukupi maka darah tidak akan dapat membawa oksigen ke seluruh tubuh secara maksimal, sehingga tidak dapat menghasilkan tenaga/energi.
Rendahnya persediaan zat besi dalam tubuh mempunyai kaitan erat dengan cukup/tidaknya jumlah makanan yang dikonsumsi setiap hari. Zat besi banyak terdapat pada bahan makanan seperti daging sapi, ayam, telur, ikan, tepung gandum, sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, dan banyak terdapat dalam hati sapi/ayam.
Terjadinya anemia gizi dapat dicegah dengan cara memperhatikan komposisi menu makanan sehari-hari. Adapun tips dalam pencegahan anemia gizi, yaitu :
1.      Konsumsilah sayuran dan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin c yang merupakan pelengkap nasi dan lauk-pauk.
2.      Agar kebutuhan gizi tercukupi konsumsilah nasi dan lauk-pauk yang cukup. Bila tidak menyukai sayuran atau buah-buahan bukan jaminan tubuhnya akan sehat dan tercukupi kebutuhan gizinya.
3.      Konsumsilah makanan yang mengandungaru serta melancarkan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tub zat besi yang berguna untuk pembentukan sel darah merah yang buh. Bahan makanan yang mengandung zat besi seperti daging sapi, ayam, telur, ikan, tepung gandum, sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, hati sapi/ayam
4.      Menu makanan yang seimbang seperti nasi, lauk-pauk, sayur dan buah segar harus dilengkapi dengan minimal segelas susu untuk memelihara kesehatan tubuh dan meningkatkan produktivitas.
Menurut Ilmu Pengobatan Timur, anemia merupakan keadaan dimana sel darah merah di dalam peredaran darah berkurang jumlahnya. Secara akupunktur tradisional, menyebutkan bahwa pada orang yang lemah, wanita setelah sembuh dari penyakit, dan pada orang dengan kebiasaan makan yang tidak bergizi, sering ditemukan fungsi limpa, lambung dan hati yang kurang sempurna. Pembawan dari lahir dengan ginjal yang berfungsi kurang baik dapat menyebabkan kelainan ini. Selain makan makanan bergizi, maka sebagai pencegahan terhadap anemia dapat dilakukan dengan cara melakukan pemijatan pada bagian tubuh tertentu.

kanker kelenjar getah bening

Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal, seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada bebagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun organ lain.
Ada dua jenis kanker sistem limfotik yaitu penyakit hodgkin dan limfoma non-hodgkin (NHL). Kanker kelanjar getah bening atau limfoma adalah sekelompok penyakit keganasan yang bekaitan dan mengenai sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker.
Cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibodiyang memusnahkan bakteri. Gejala dan penyakit kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha.
Pembengkakan kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan secara gratis, rasa lelah yang terus menerus, batuk-batuk dan sesak napas, gatal-gatal, demam tanpa sebab dan berkeringat malam hari.
Seringkali penderita tidak menunjukkan gejala khas hanya memiliki semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Karena tidak ada keluhan khas banyak pasien baru berobat saat masuk stadium lanjut sehingga sel kanker sudah menyebar dan sulit diangkat dengan operasi.
Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut :
• Faktor Keturunan
• Faktor Lingkungan
• Faktor Virus
• Faktor Infeksi
• Faktor Prilaku (emosional)
• Faktor Radikal Bebas
Nah setelah anda membaca sedikit tentang ulasan tentang penyakit kanker kelenjar getah bening, anda dapat sedikit tau tentang penyakit kanker kelenjar getah bening atau penyebabnya.
Buat Anda Yang belum terneka penyakit kanker Segera lah berpindah dari pola hidup yang kurang baik ke pola hidup yang baik dan olah raga secara teratur agar tubuh tetap bugar.
Nah Selain itu Saya juga menyaran kan untuk untuk olah raga secara teratur dan menjauhi pantangan di bawah ini.
1. Sayur-sayuran
  • Tauge mengandung zat yang mendorong pertumbuhan sel kanker.
  • Sawi putih dan kangkung mengurangi efektivitas kerja obat.
  • Cabai merangsang aktifitas bawah sadar sehingga menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh.
2. Buah-buahan
  • Lengkeng dan nangka mengandung zat tumbuh bagi sel kanker.
  • Durian, duku, nanas, dan anggur menghasilkan alkohol sehingga merangsang berkembangnya sel kanker.
  • Minuman ringan atau soft drink bersifat karsinogen.
  • Es atau minuman dingin mengganggu kelancaran peredaran darah.
  • Alkohol merangsang aktivitas bawah sadar sehingga jumlah oksigen dalam tubuh menurun.
3. Daging dan Ikan Asin
  • Daging (sapi, kerbau, kambing, babi) memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal.
  • Ikan asin yang diolah dari bahan tidak segar mengalami penguraian sehingga menjadi bahan allergen yang mengundang reaksi imunitas tubuh. Akibatnya, tubuh akan merasa meriang, gatal-gatal, dan bengkak. Sementara itu, bagi penderita kanker akan timbul reaksi berdenyut-denyut dan timbul rasa nyeri di bagian tubuh yang terkena kanker. Selanjutnya karena ada gangguan permeabilitas (penyerapan air) jaringan tubuh, permukaan luka akan tampak basah, benyek, dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Yang lebih memprihatinkan, beberapa produsen pengolah ikan sering menambahkan formalin atau bahan pengawet mayat, bukan pengawet makanan. Formalin ini bersifat hepatotoksik atau racun bagi organ hati, sehingga semakin lama mengganggu sistem kerja sel dan jaringan yang akhirnya memicu kanker.
4. Makanan yang Diawetkan
  • Makanan awetan mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogen aktif.
  • Makanan yang dibakar,bagian yang gosong atau hangus mengandung zat karsinogen
5. Sea food
  • Udang, kerang, kepiting, cumi mengandung kandungan lemak tinggi. Penderita kanker atau tumor harus mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi karena bisa merangsang berkembangnya sel kanker.
6. Daging Unggas
  • Biasanya untuk memacu pertumbuhan ternak atau unggas digunakan obat-obatan kimia termasuk hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh hewan sehingga bobot ternak atau unggas cepat meningkat. Suntikan hormon yang diberikan pada ternak mirip hormon anabolic pada manusia. Hormon ini diduga memicu kanker prostat dan kanker kelenjar.
7. Buah-buahan
  • Durian, nangka, lengkeng, nanas, duku dan anggur bila sangat matang mengandung alkohol yang bisa memicu berkembangnya sel kanker.
  • Aneka pantangan makanan tersebut diharapkan tidak membuat pasien takut makan. Penderita kanker harus mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi ( 4 sehat 5 sempurna ) dan boleh makan enak namun hendaknya dipilih yang aman. Bagi anda yang menderita kanker/tumor/kista/myom, silahkan dipertimbangkan untuk mau mentaati atau tidak pantangan makanan tersebut.
Nah Anda Tinggal pilih saja bagaimana cara pengobatannya Apakah dengan cara Operasi yang mahal atau Obat herbal atau tradisional tradisional yang relatif murah.